Budidaya

image_berita

Caption : Ilustrasi: Pohon Kelengkeng (Shutterstock/Ladda Tonglo)

Cara Pemupukan Tanaman Kelengkeng

Jumat, 06 Agustus 2021

Terdapat dua jenis kelengkeng yang paling populer di Indonesia, yaitu lengkeng dataran tinggi dan lengkeng dataran rendah. Lengkeng dataran tinggi adalah jenis kelengkeng yang sejak awal dibudidayakan di Indonesia dengan kemampuan produksi terbatas pada dataran tinggi seperti di daerah Temanggung, Ambarawa, dan Tumpang. Sedangkan kelengkeng dataran rendah merupakan jenis kelengkeng yang pertama kali dikenalkan oleh Thailand dan Vietnam.Tidak seperti kelengkeng dataran tinggi, kelengkeng dataran rendah tumbuh dengan sangat baik di daerah dataran rendah, namun tetap bisa berproduksi jika ditanam di dataran tinggi. Teknik budidaya antara kedua jenis kelengkeng tersebut relatif sama. 

Sayangnya, budidaya lengkeng masih terbatas pada daerah-daerah tertentu. Daerah penghasil kelengkeng yang paling terkenal adalah Ambarawa, Temanggung dan Malang, Diperlukan langkah sosialisasi untuk menarik minat masyarakat agar membudidayakan kelengkeng. Harga kelengkeng dapat dikatakan tinggi karena belum banyak pembudidayanya tersebar secara merata di Indonesia. Peluang meraup pasar buah kelengkeng cukup besar. Bagi siapa saja yang berminat berbudidaya kelengkeng, sebaiknya pahami dengan baik tahapan budidaya komoditas ini, terutama tahapan-tahapan yang paling berpengaruh dalam pertumbuhan dan penentuan hasil panen. Satu diantaranya adalah pemupukan. Berikut Portal Agri bagikan informasinya. 

  • Pemupukan tanaman kelengkeng mulai dilakukan saat sebelum masa penanaman, umumnya disebut dengan pupuk dasar. Jenis pupuk yang diberikan adalah pupuk kandang atau kompos, kapur, SP-36, dan Urea, dengan perbandingan 120:40:8:2:1. 
  • Selanjutnya, pemupukan dilakukan pada saat usia tanaman kelengkeng mencapai 1 tahun. Jenis dan dosis pupuk yang diberikan per hektare lahan adalah, pupuk kandang 20 kg, kapur 3 kg, TSP 5 kg, Urea 2 kg. 
  • Pada usia ke 2 tahun, jenis dan dosis pupuk yang diberikan per hektare lahan adalah kapur 4 kg, TSP 10 kg, dan Urea 4 kg.
  • Pada usia ke 3 tahun, jenis dan dosis pupuk yang diberikan per hektare lahan adalah pupuk kandang 50 kg, kapur 4 kg, TSP 8 kg, Urea 2 kg.
  • Pada usia ke 4 tahun, jenis dan dosis pupuk yang diberikan per hektare lahan adalah pupuk kandang 100 kg, kapur 4 kg, TSP 10 kg, Urea 10 KG. Tahun-tahun berikutnya pemberian jenis dan dosis pupuk diberikan dengan penyesuaian kebutuhan hara dan nutrisi tanaman. 

Sumber :

Baiq Dina Mariana, Agus Sugiyatno, 2007. Teknik Budidaya Lengkeng, Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, Batu. 

Bagikan :

Komentar (0)

Silahkan masuk atau daftar dan verifikasi untuk memberikan komentar

Artikel Budaya Terkait

[Panduan] Cara Budidaya Kakao dengan Mudah dan Cepat

06 Maret 2021

Kakao adalah tanaman perkebunan dengan prospek menjanjikan, mengingat nilai industri hasil olahannya yaitu cokelat, bernilai lebih dari $ 100 miliar (1 kuadriliun).

Baca selengkapnya

[Panduan] Cara Budidaya Lada dengan Mudah dan Cepat

06 Maret 2021

Lada yang dinobatkan sebagai king of spice atau raja rempah merupakan komoditas ekspor potensial di Indonesia. Bahkan di pasar internasional, lada Indonesia mempunyai kekuatan dan daya jual tersendiri karena cita rasanya yang khas.

Baca selengkapnya

[Panduan] Cara Budidaya Sawit dengan Mudah dan Cepat

06 Maret 2021

Pada tahun 2050, juga diprediksi permintaan global terhadap minyak goreng akan mencapai sekitar 240 juta ton. Hal tersebut merupakan keuntungan menarik bagi para pelaku industri kelapa sawit.

Baca selengkapnya

[Panduan] Cara Budidaya Karet dengan Mudah dan Cepat

06 Maret 2021

Karet secara konsisten masih menjadi salah satu komoditas unggul perkebunan di Indonesia. Karet masih kokoh berada di urutan kedua sebagai penghasil devisa terbesar setelah minyak kelapa sawit.

Baca selengkapnya

[Panduan] Cara Budidaya Kopi dengan Mudah dan Cepat

06 Maret 2021

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkebunan, total produksi petani Indonesia pada tahun 2020 mencapai 773.409 ton. Angka tersebut terus naik dari tahun ke tahun selaras dengan kebutuhan biji kopi dalam negeri dan luar negeri.

Baca selengkapnya

Berita Lainnya

[Panduan] Cara Budidaya Kakao dengan Mudah dan Cepat

05 Mei 2021

Kakao adalah tanaman perkebunan dengan prospek menjanjikan, mengingat nilai industri hasil olahannya yaitu cokelat, bernilai lebih dari $ 100 miliar (1 kuadriliun).

Baca selengkapnya

[Panduan] Cara Budidaya Kopi dengan Mudah dan Cepat

07 Mei 2021

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkebunan, total produksi petani Indonesia pada tahun 2020 mencapai 773.409 ton. Angka tersebut terus naik dari tahun ke tahun selaras dengan kebutuhan biji kopi dalam negeri dan luar negeri.

Baca selengkapnya

[Panduan] Cara Budidaya Porang dengan Mudah dan Cepat

10 Mei 2021

Tanaman porang memiliki nilai strategis untuk dikembangkan karena punya peluang besar untuk diekspor. Tahun 2018, tercatat nilai ekspor porang mencapai hingga Rp 11,31 miliar.

Baca selengkapnya